Siswa Jakarta Nanyang School Belajar Sejarah & Masak Krengsengan di Surabaya

Pengalaman belajar tak selalu harus di dalam kelas. Puluhan siswa dari Jakarta Nanyang School merasakan langsung atmosfer sejarah dan budaya Kota Pahlawan lewat program walking tour dan cooking class yang digelar di Kokoon Hotel Surabaya, Rabu (5/2/2026).

Kegiatan ini dirancang sebagai pembelajaran interaktif untuk mengenalkan kekayaan sejarah, budaya, hingga kuliner khas Surabaya—khususnya di kawasan Surabaya Utara yang sarat jejak kolonial dan budaya Tionghoa.

Menyusuri Jejak Sejarah Surabaya Utara

Petualangan dimulai dengan walking tour dari hotel menuju Pasar Pabean, salah satu pusat perdagangan tradisional legendaris sejak era kolonial Belanda.

Di pasar tersebut, siswa diajak mengenal ragam bahan pangan dan rempah lokal, sekaligus memahami peran Pasar Pabean dalam perkembangan ekonomi Surabaya tempo dulu.

Perjalanan berlanjut ke sejumlah titik bersejarah seperti Kya Kya Kembang Jepun, Rumah Abu Keluarga Han, hingga Klenteng Sukhaloka. Cerita tentang perkembangan komunitas Tionghoa di Surabaya menjadi benang merah dalam tur edukatif ini.

Suasana belajar terasa lebih hidup karena siswa tak hanya mendengar cerita, tetapi melihat langsung bangunan bersejarah dan denyut aktivitas kawasan kota tua.

Belajar Masak Krengsengan Ayam di Area Kolam Renang

Usai walking tour, kegiatan berlanjut dengan cooking class yang digelar di area kolam renang hotel. Menu yang dipilih pun tak kalah ikonik: krengsengan ayam, salah satu olahan khas Jawa Timur dengan cita rasa gurih dan kaya rempah.

Para siswa terlibat aktif mulai dari menakar bumbu, mengolah bahan, memasak, hingga plating hasil kreasi mereka masing-masing. Aktivitas ini bukan sekadar belajar memasak, tetapi juga melatih kerja sama tim dan kreativitas.

Hotel Manager Kokoon Hotel Surabaya, Wiwied A. Widyastuti, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan membumi.

“Kami ingin para siswa tidak hanya mengenal Surabaya sebagai kota besar, tetapi juga memahami sejarah, budaya, dan kekayaan kuliner lokal yang tumbuh di dalamnya,” ujarnya.

Edukasi Budaya dalam Balutan Pengalaman Berkesan

Acara ditutup dengan penyerahan goodie bag untuk dua kelompok terbaik—kategori masakan terenak dan plating terbaik—serta makan siang bersama dan sesi foto.

Melalui program ini, siswa mendapatkan gambaran utuh tentang Surabaya: dari sejarah perdagangan, jejak budaya Tionghoa, hingga kekayaan kuliner lokal.

Sebagai hotel yang berada di kawasan kota tua, Kokoon Hotel Surabaya memang dikenal mengusung konsep kolonial modern yang memadukan sejarah dan kenyamanan masa kini.

Kegiatan seperti ini menjadi contoh bagaimana hotel tak hanya berfungsi sebagai tempat menginap, tetapi juga ruang belajar dan interaksi budaya yang autentik.

Bagi sekolah atau komunitas yang ingin menghadirkan pengalaman edukatif berbeda, konsep walking tour dan cooking class seperti ini bisa menjadi inspirasi wisata edukasi yang relevan dan berkesan. (agp)