Erasmus Huis Dance Event

Erasmus Huis Dance Event berlangsung di 2 kota, Jakarta dan Yogyakarta. Erasmus Huis Dance Event adalah acara kolaborasi antara DJ Indonesia dan Belanda. Acara gratis untuk segala usia ini menampilkan DJ Thomas Newson dari Belanda, Innerlight & Dino dari Yogyakarta. Selain itu, akan ada pertunjukan menarik dari Jogjakarta Video Mapping Project yang mempersembahkan video mapping mendukung penampilan para DJ di atas panggung. Di Kota Yogyakarta, acara ini diadakan di Grand Mercure Yogyakarta Adi Sucipto, pada tanggal 31 Agustus 2019, mulai pukul 19.00 WIB.


“DJ, produser, penyelenggara, dan label musik dari Belanda telah berkontribusi untuk kepopularitasan dan perkembangan dance music di seluruh dunia. Belanda sukses menjadi salah satu pencetus dari electronic dance music, dance culture dan berbagai konsep festival.
Banyak DJ dari Belanda, seperti Tiësto, Armin van Buuren, Afrojack, Hardwell, Martin Garrix, Yellow Claw yang telah dikenal secara mancanegara. Erasmus Huis mengundang beberapa DJ pendatang baru dari Belanda untuk datang dan mengadakan konser di Jakarta. Selain para DJ, Erasmus Huis juga
mengundang Amsterdam Dance Event, Barong Family (label musik milik Yellow Claw), Young Gunz Muzic, dan Hype Festival, untuk memberikan seminar dan membuka sesi demo musik bagi para produser musik muda Indonesia. Sejauh yang kami tahu, hingga saat ini belum banyak dari mereka yang mengadakan konser di Yogyakarta. Kami menyadari bahwa Yogyakarta adalah kota yang sangat hidup dengan penonton yang bersemangat. Maka dari itu, kami mengundang salah satu DJ, yaitu Thomas Newson, untuk berkolaborasi dengan Innerlight, Dino dan Jogjakarta Video Mapping Project. Acara ini menjadi ajang dimana dua kebudayaan, Indonesia dan Belanda, bertemu dan berinteraksi,” ujar Joyce Nijssen, Manager Erasmus Huis.

Thomas Newson (Belanda), INNERLIGHT (Indonesia), dan Dino (Indonesia) menghibur penonton dengan pertunjukkan yang memukau. Thomas Newson DJ muda kelahiran tahun 1994 ini membuat pergerakan yang berarti di komunitas dance music. Dengan dukungan dari pendahulunya, diantara lainnya seperti Hardwell (DJ nomor 1 di Dunia – 2013 & 2014), Avicii, Tiësto (DJ nomor 1 Dunia, 2002 – 2004), Sunnery James & Ryan Marciano
dan Afrojack. Tanpa diragukan, Newson mempunyai potensi untuk menjadi penerus generasi DJ berkualitas di Belanda.

INNERLIGHT terkenal dengan aliran musik yang berbeda. Dimulai dari album trance pertamanya yang dirilis di tahun 2004, yang berjudul ‘Take Me to the Blue Sky’ hingga lagu-lagu barunya yang dimainkan di berbagai dance scene. Ia berbagi panggung dengan DJ mancanegara seperti Solar Stone, Niklas
Harding, dan Scot Bond.

Dino menemukan aliran musik house dan disko saat ia masih berada di Borneo. Ketika ia memutuskan untuk tinggal di Yogyakarta, ia lebih condong mendengarkan music funk dan house groove. Di tahun 2016, ia bermain bersama DJ papan atas Yogyakarta seperti Ones, Noor, Wachid in ‘480 Minutes’ & ‘Energy Room’ sebagai pemain pembuka. Sejak saat itu, ia mulai berkancah di Malang, Jakarta,
Surabaya dan Bali. (*)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *