Jogja Scooter Parade 2026: 12 Ribu Pengunjung, Vespa hingga Musik Guncang Yogyakarta

Jogja Scooter Parade 2026 hadir di Yogyakarta dengan konsep Scooter Culture & Celebration. Ribuan pecinta scooter menikmati otomotif, musik, seni, hingga karya lokal.

YOGYAKARTA — Yogyakarta kembali menjadi ruang temu bagi para pencinta scooter, musik, seni, dan gaya hidup otomotif melalui Jogja Scooter Parade 2026 (JSP 2026). Mengusung tema “Scooter Culture & Celebration”, gelaran ini menghadirkan perpaduan budaya scooter, kreativitas, hiburan, hingga industri otomotif dalam satu rangkaian acara.

Jogja Scooter Parade 2026 digelar selama dua hari, 25–26 Juli 2026, di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta. Penyelenggara memperkirakan event tersebut menarik lebih dari 12.000 pengunjung yang datang dari komunitas scooter lokal, nasional, hingga internasional.

Bukan sekadar ajang berkumpulnya pemilik Vespa dan scooter, JSP 2026 dirancang sebagai perayaan kultur scooter yang mempertemukan komunitas, custom builder, kolektor, pelaku industri otomotif, hingga masyarakat umum.

Konsep tersebut terlihat dari beragam agenda yang ditawarkan. Pengunjung dapat menyaksikan Show & Shine yang menampilkan Vespa klasik, scooter modern, karya custom, serta builder showcase. Ada pula berbagai aktivitas kompetisi seperti Dyno Test, Fun Trial Games, dan Fun Rally.

Bukan Cuma Vespa, Ada Musik dan Kreativitas

Daya tarik JSP 2026 tidak berhenti pada dunia otomotif. Musik menjadi bagian penting dalam perayaan budaya scooter tersebut.

Pada hari pertama, panggung musik diisi Shaggydog, Bravesboy, Jumat Gombrong, Kingmasmus, Banyak Bunyik Republik, Akrosh, Just For Fun, dan Lia Yures.

Sementara hari kedua menghadirkan Tony Q, Denny Frust, Apollo 10, Alceena Inside, Sarcastic, dan Lawrider.

Kombinasi antara scooter, musik, seni, dan komunitas inilah yang membuat JSP 2026 tidak sekadar menjadi pameran kendaraan, tetapi juga ruang pertemuan berbagai subkultur kreatif.

Dari Restorasi hingga Produk Lokal

Salah satu fokus Jogja Scooter Parade 2026 adalah memberikan ruang lebih besar bagi karya lokal.

Pada area Show & Shine dan display, penyelenggara menempatkan karya bengkel restorasi serta produk aftermarket lokal sebagai bagian penting dari festival. Konsep tersebut sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha otomotif, apparel, vendor sparepart, hingga UMKM untuk bertemu langsung dengan komunitas dan pengunjung.

Selain pameran, JSP 2026 juga menghadirkan Scooter Talk & Workshops dengan pembahasan seputar restorasi, modifikasi, safety riding, hingga pengalaman touring.

Dengan format tersebut, pengunjung tidak hanya datang untuk melihat scooter, tetapi juga bisa mendapatkan pengetahuan, mencari inspirasi modifikasi, berburu aksesori, sekaligus berinteraksi dengan sesama penggemar.

Ada Lucky Draw Scooter hingga Unit yang Dilelang

Keseruan lainnya datang dari program lucky draw. Penyelenggara menyiapkan dua unit scooter untuk dibawa pulang peserta, yakni satu scooter klasik dan satu scooter matic yang telah dimodifikasi.

Kedua unit tersebut merupakan hasil kerja sama dengan sejumlah bengkel lokal Yogyakarta dan mendapat dukungan part dari SIP German.

Tidak berhenti di situ, terdapat pula satu unit scooter matic yang dilelang. Unit tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan bengkel lokal Yogyakarta, sementara part modifikasinya mendapat dukungan dari Scooter Center German.

Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Yogyakarta

Di balik hiruk-pikuk scooter dan panggung musik, JSP 2026 membawa misi yang lebih luas: ikut menggerakkan pariwisata dan industri kreatif Yogyakarta.

Kehadiran ribuan pengunjung dari berbagai daerah dan komunitas internasional berpotensi memberikan dampak bagi sektor akomodasi, kuliner, transportasi, hingga usaha kreatif lokal.

Penyelenggara juga menempatkan karya sebagai salah satu fokus utama festival, terutama melalui karya bengkel restorasi dan produk aftermarket lokal yang ditampilkan di area pameran.

“Jogja Scooter Parade 2026 lebih dari sekadar tempat berkumpul; ini adalah perayaan gaya hidup, seni, musik, dan solidaritas komunitas yang berakar di salah satu pusat kebudayaan Indonesia,” demikian keterangan penyelenggara dalam siaran pers.

Dengan menggabungkan scooter culture, otomotif, musik, seni, bisnis, dan pariwisata, Jogja Scooter Parade 2026 menunjukkan bahwa komunitas kendaraan roda dua dapat berkembang menjadi ekosistem kreatif yang punya daya tarik lintas generasi. (agp)