
Kebanyakan orang mengenal jazz sebagai sesuatu yang '
complicated'. Its' tunes, seperti melakukan rhythms, terus berubah. Para pemusik dan singers dari genre yang sering mengadopsi Quasimodo-ungkapan seperti, tidak tepat untuk melihat pemandangan. Namun, ini adalah jazz. Hal yang penuh dengan ekspresi.
Tidak ada trik khusus yang diperlukan untuk menikmati musik jazz, baik langsung atau melalui rekaman. Menikmati jazz merupakan penghargaan individu. Interpreting adalah keindahan yang didengar telinga dari penonton. Oleh karena itu, meskipun banyak perdebatan dalam hubungan musik jazz sebagai genre musik lainnya, sebagai bentuk seni atau apa sebaiknya yang akan dinikmati, jazz hanyalah sebuah outlet untuk kebebasan berekspresi. Jadi, mungkin tetap pada pendapat sebagai satu keinginan.
Satu hal yang pasti, jazz merupakan tindakan percampuran musik dari berbagai pendekatan oleh berbagai latar belakang budaya. Sebagai manusia berevolusi, mempengaruhi dan dipengaruhi oleh perubahan dari waktu ke waktu, perkembangan musik jazz juga.
Perkembangan musik Jazz melalui waktu, meskipun beberapa orang tetap setia pada aslinya', ketika pertama kali disusun. Mungkin itulah penyebab jazz popular di seluruh dunia, dengan kemampuan untuk dimodifikasi. Beberapa orang menganggap kemampuan untuk bersenang-senang dan memahami jazz merupakan prestasi mereka sendiri. Hal ini tidak mengherankan bahwa Jakarta International Java Jazz Festival selalu dikemas solid.
Musik Jazz di Jakarta International Java Jazz Festival takkan pernah berakhir untuk keragaman musik jazz di Java Jazz Festival. Bahkan setelah empat tahun setelah pertama kali didirikan pada tahun 2005, Java Jazz Festival masih belum nampak sebagai fitur berbagai bentuk perkembangan jazz di Indonesia dan dunia. Dari tahun ke tahun, Jakarta International Java Jazz Festival (yang dikenal luas sebagai Java Jazz Festival) terus mendapatkan popularitas, bahkan dari para musisi asing.
Selama bertahun-tahun, semakin banyak seniman panggung terus semangat dan berkeinginan untuk tampil di Java Jazz Festival. Namun, Java Festival Production (organiser dari Jakarta International Java Jazz Festival dan Jakarta International Soulnation Festival) tidak selalu dapat memenuhi semua kebutuhan. Salah satu alasan adalah keterbatasan kapasitas tempat (Jakarta Convention Center, atau JCC) dan juga batasan dalam penjadwalan (
it's only a 3-day event). Selain itu, terlalu ketat dari jadwal mungkin juga menghalangi kemampuan audiens untuk menikmati program yang dirancang dengan baik.