Monday , April 24 2017
Home / Konser / IJEN SUMMER JAZZ : Pergelaran Jazz Intim dan Mesra di Alam Terbuka

IJEN SUMMER JAZZ : Pergelaran Jazz Intim dan Mesra di Alam Terbuka

Jazz Gunung Indonesia menambahkan daftar festival Jazz yang patut dikunjungi tahun ini dengan mengadakan Ijen SummerJazz di Banyuwangi. Ijen SummerJazz adalah sebuah hajatan festival jazz di alam terbuka dengan latar belakang keindahan pegunungan Merapi, Suket, Raung dan Meranti. Dengan kapasitas penonton sekitar 300 orang, Ijen Summer Jazz menawar kan sebuah festival musik tanpa sekat antara penampil dengan penonton. Keintiman dan interaksi langsung dapat terjalin mesra, serasa menonton konser di pekarangan rumah sendiri.

Ijen Summer Jazz merupakan rangkaian tiga pergelaran yang dimulai pada tanggal 30 Juli, kemudian dilanjutkan pada tanggal 10 September. Ijen Summer Jazz yang ketiga dan yang terakhir dari rangkaian festival Jazz Gunung tahun ini diadakan pada tanggal 22 Oktober di tempat yang sama, panggung terbuka Jiwa Jawa Resort Ijen,Kecataman Licin, Kabupaten Banyuwangi.

Ijen Summer Jazz terakhir tahun ini akan menampilkan Balawan & Batuan Ethnic Fusion, Shadow Puppets & Harvey Malaihollo dan Lalare Orkestra. Balawan sebagai salah
satu gitaris papan atas Indonesia yang terkenal dengan teknik memainkan gitar dengan 8 jari, akan tampil bersama grupnya yang telah berdiri sejak 1997, Balawan & Batuan Ethnic Fusion. Memadukan berbagai aliran musik dari jazz, rock sampai irama pentatonik Bali, Balawan & Batuan Ethnic Fusion telah merilis satu album berjudul GloBALIsm pada tahun 1999 dengan Dewa Budjana sebagai produser. Di Ijen Summer Jazz tanggal 22 Oktober, Balawan & Batuan Ethnic Fusion akan diperkuat oleh I Made Subandi, seorang maestro gamelan Bali dan Kanhaiya, pemain drum berusia 12 tahun.

Penampil kedua di Ijen Summer Jazz 22 Oktober adalah Shadow Puppets yang akan tampil  bersama penyanyi legendaris Indonesia, Harvey Malaihollo. Shadow Puppets yang dikomandoi oleh Irsa Destiwi dan Robert MR berdiri pada akhir dekade 2000-an dan telah merilis 3 album. Sedangkan Harvey Malaihollo yangseringdisebut sebagai macan festival karena begitu seringnya beliau berhasil menjadi juara di berbagai kompetisi dan festival musik baik di dalam maupun luar negeri,telah merilis puluhan album sejak memulai karir menyanyinya di tahun 70an. Khusus untuk Ijen Summer Jazz nanti, Shadow Puppets membawakan lagu-lagu dari album terakhir mereka berjudul “Indonesian Songbook” yang direkam bersama Harvey Malaihollo. Indonesian Song book adalah album yang menghadirkan lagu-lagu mahakarya abadi Indonesia yang di ciptakan di tahun50-an dan 60-an dari berbagai pencipta lagu legendaris Indonesia dalam aransemen jazz yang modern.Beberapa lagu yang ada di album “Indonesian Songbook” seperti ‘Nurlela’ ciptaan Bing Slamet,‘DiWajahmu Kulihat Bulan’ ciptaan Mochtar Embut dan ‘Siapa Namanya’ ciptaan Ismail Marzuki membawa para penonton bernostalgia sekaligus memperkenalkan lagu-lagu abadi Indonesia kepada generasi muda.

Di dua pergelaran IjenSummer Jazz lalu, selalu menghadirkan kolaborasi penampil dengan seniman lokal. Di Ijen Summer Jazz pertama, Nita Aartsen berkolaborasi dengan Supinah, pesinden legendaris Banyuwangi. Dipergelaran kedua, KUA Etnika pimpinan Djaduk Ferianto juga berkolaborasi dengan seniman-­-seniman Banyuwangi. Kolaborasi seperti ini menjadi hal yang selalu diadakan oleh Jazz Gunung Indonesia, sebagai penghubung antara kearifan lokal dengan musik jazz sekaligus mempromosikan kebudayaan setempat. Sejalan dengan semangat yang terkandung dalam musik jazzya itu upaya manusia untuk memerdekakan dirinya dan semangat tersebut yang dibawakan ke dalam Ijen Summer Jazz, tak ada sekat dan batas dengan beragam aliran musik lainnya termasuk musik modern dan tradisional.

Pada Ijen SummerJazz tanggal 22 Oktober tampil juga Lalare Orkestra, sebuah kelompok musik yang saat tampil dengan formasi lengkap, berisi lebih dari 100 anak dari berbagai SD dan SMP di Banyuwangi. Lalare Orkestra memainkan beragam alat musik tradisional seperti gendang, rebana dan angklung dengan repertoar dari musik daerah Banyuwangi sampai pop, blues dan dangdut. Meskipun baru di bentuk tahun 2015 lalu, Lalare Orkestra telah tampil di berbagai acara di Banyuwangi dan berhasil mendapat penghargaan tingkat dunia dari Pacific Asia Travel Association (PATA) untuk kategori Heritage and Culture. PATA sendiri adalah asosiasi pariwisata yang terdiri dari 970 organisasi kepariwisataan, 100 maskapai penerbangan, 150 institusi pendidikan/pusat kajian wisata dan ribuan perusahaan pariwisata.

Tiket untuk menonton pergelaran Ijen SummerJazz pada tanggal 22 Oktober sudah bisa didapatkan dengan harga Rp1,000,000 untuk kelas Premium (termasuk jamuan makan malam dan merchandise eksklusif) dan Rp500,000 untuk kelas Festival. Terdapat juga Paket Akomodasi untuk 2 orang yang meliputi penginapan 2hari 1 malam, 2 tiket Premium dan transportasi pulang pergi Bandara Blimbingsari -­ Hotel – Venue Jiwa Jawa Resort Ijen. Tiket bisa didapatkan di www.jazzgunung.com, Jiwa Jawa Resort Ijen, Hotel Santika Banyuwangi, Banyuwangi-­Mall.com, Tiketku.id, Loket.com, Tiket.com, Indah Bali Tour, Pesona Ijen Tour & Travel dan VisFM Banyuwangi. (Agp)

About Redaksi Eventweb

Check Also

Konser Dewa Budjana Zentuary

Zentuary, konser yang berlokasi di Tebing Breksi Jogja pada 25 November 2016 ini diadakan untuk …