Wednesday , December 13 2017
Home / Anak-anak / Pepsodent Ajak Keluarga Indonesia Merdeka dari Gigi Berlubang di Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2017
let's share your delicacy with us

Pepsodent Ajak Keluarga Indonesia Merdeka dari Gigi Berlubang di Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2017

Yogyakarta, 12 Oktober 2017 – Pepsodent kembali menggelar kegiatan tahunan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) bekerja sama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI). Tahun ini BKGN hadir semakin luas di 57 lokasi yang tersebar di beberapa kota dan kabupaten di seluruh Indonesia mulai tanggal 12 September – 29 November 2017 dengan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menjadi salah satu FKG yang berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan BKGN 2017.

Membuka pelaksanaan BKGN 2017 di Yogyakarta melalui sambutannya, drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc. selaku Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia menjelaskan mengenai upaya Pepsodent yang konsisten dalam menekan jumlah penderita gigi berlubang di Indonesia. “BKGN merupakan agenda rutin tahunan kami, di mana setiap tahun kami mengangkat tema untuk pesan edukatif kesehatan gigi yang berbeda. Tahun ini, BKGN mengusung tema ‘Merdeka dari Gigi Berlubang’ dengan mengajak keluarga Indonesia memeriksakan kesehatan gigi secara teratur serta memilih asupan camilan bertekstur dan bernutrisi seimbang yang merupakan komitmen kami dalam memberikan perlindungan terbaik untuk kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Drg. Mirah kemudian menambahkan bahwa konsumsi camilan di Indonesia terindikasi mengalami peningkatan sebesar 4% setiap tahunnya dengan camilan manis dan lengket seperti cokelat, pastry dan permen yang paling digemari anak-anak. “Mengonsumsi camilan yang terlalu banyak mengandung karbohidrat dan gula terutama yang lengket dapat menurunkan derajat keasaman mulut. Setelah mengonsumsi makanan yang manis, derajat keasaman mulut turun hingga di bawah pH kritis 5,5 dalam hitungan menit dan tetap rendah hingga 1 jam setelahnya. Bila terjadi terus menerus kondisi ini menyebabkan hilangnya mineral-mineral gigi dan mengakibatkan terjadinya gigi berlubang,” jelas drg. Mirah dalam press conference BKGN 2017 di FKG UGM.

Turut hadir dalam acara, Dr. drg. Harsini, MS selaku Wakil Direktur Bidang Pelayanan Medik RSGM Prof. Soedomo menganjurkan untuk memilih asupan camilan dengan makanan bertekstur seimbang yang berserat, berkadar air serta berkalsium tinggi seperti produk susu dan turunannya agar kesehatan gigi maksimal. “Tekstur lembut dari ragam camilan yang marak dijumpai saat ini juga membuat anak kurang berlatih mengunyah, sebaliknya makanan yang berserat akan lebih lama dikunyah. Gerakan mengunyah merangsang aliran kelenjar ludah yang merupakan pembersih alami rongga mulut dan menetralisasi keasaman di dalamnya. Edukasi mengenai pentingnya memilih asupan camilan yang seimbang ini semoga dapat diterima oleh masyarakat melalui rangkaian acara BKGN 2017,” jelasnya.

Dr. drg. Ahmad Syaifi, SU. Sp. Perio (K) selaku Dekan FKG UGM menjelaskan tentang kehadiran BKGN di Yogyakarta mulai tanggal 12 – 14 Oktober 2017. Selama tiga hari, masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya diberi kesempatan untuk melakukan pemeriksaan serta perawatan gigi gratis di RSGM Prof. Soedomo yang berlokasi di Jl. Denta No. 1 Sekip Utara, Yogyakarta. “Setiap tahunnya BKGN menjadi momen untuk mengingatkan keluarga Indonesia memeriksa kesehatan gigi secara rutin. Berbeda dari tahun sebelumnya, dalam BKGN 2017 kami bekerja sama dengan Dompet Dhuafa yang mengajak pengemudi becak, pedagang angkringan, dan beragam profesi lainnya untuk memeriksakan kesehatan gigi dan mulut mereka. Melalui kesempatan ini kami berharap agar pemahaman akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu, kami mempersiapkan 430 tenaga kesehatan gigi yang terdiri dari para dokter gigi serta mahasiswa FKG UGM untuk dapat mengakomodasi antusiasme masyarakat Yogyakarta mendapatkan perawatan kesehatan gigi gratis melalui kegiatan BKGN yang bermanfaat ini,” jelas drg. Ahmad.

Selain hadir di FKG seluruh Indonesia, BKGN 2017 memperluas kesempatan masyarakat Indonesia mendapatkan perawatan kesehatan gigi melalui PDGI cabang yang jumlah keikutsertaannya terus meningkat setiap tahunnya. Tahun ini BKGN hadir di lebih banyak titik PDGI cabang, yaitu di 35 lokasi berbeda yang memiliki tingkat prevalensi permasalahan gigi dan mulut tinggi. Berdasarkan Riskesdas 2013, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan merupakan dua provinsi dengan prevalensi tinggi diatas 35%. Berdasarkan data tersebut, beberapa PDGI cabang seperti Bantaeng, Bone, Bulukumba, Gowa, dan Banjarmasin yang berada di dua provinsi tersebut turut berpartisipasi melaksanakan kegiatan BKGN 2017 yang juga mendukung program pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Bebas Karies di tahun 2030.

Memasuki tahun ke delapan, penyelenggaraan BKGN 2017 semakin istimewa dengan kehadiran mobil keliling gigi dan mobile clinic. “Pada pelaksanaan BKGN tahun ini Pepsodent bekerja sama dengan Cobra Dental, CT Foundation dan Indosat Ooredoo menghadirkan fasilitas perawatan gigi keliling yang spesifik ditujukan ke daerah PDGI cabang. Kami berharap kehadiran mobil keliling gigi ini dapat memperluas kesempatan masyarakat untuk mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan gigi dalam BKGN 2017,” ungkap drg. Mirah.

Rangkaian kegiatan BKGN 2017 merupakan komitmen penuh dari Pepsodent yang selama lebih dari 72 tahun melindungi senyum cermerlang Indonesia yang merupakan identitas bangsa. Program BKGN juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) no. 3 untuk menjaga dan mempromosikan kesehatan termasuk kesehatan gigi dan mulut. “Kegiatan BKGN sejalan dengan Unilever Sustainable Living Plan (USLP) untuk mendorong 1 milyar orang di seluruh dunia untuk mengambil tindakan dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan tubuhnya termasuk kesehatan gigi dan mulut. Masyarakat dapat memanfaatkan BKGN 2017 untuk mendapatkan perawatan gigi gratis seperti pencabutan dan penambalan gigi yang tidak melibatkan perawatan syaraf gigi, pembersihan karang gigi, dan fissure sealant. Pelaksanaan rangkaian BKGN 2017 menjadi momen yang baik untuk mengajak masyarakat rutin datang ke dokter gigi agar merdeka dari gigi berlubang,” tutup drg. Mirah.

About Redaksi Eventweb

Check Also

Love Donation 2017

Love Donation 2017

Young On Top Campus Ambassadors kembali menyelenggarakan acara sosial tahunan Love Donation untuk ketujuh kalinya. …