Thursday , November 23 2017
Home / Festival / Sarapan Jazz 2017
let's share your delicacy with us
Sarapan Jazz 2017

Sarapan Jazz 2017

Perayaan ulang tahun ke-7 Jazz Mben Senen dihelat melalui acara Sarapan Jazz yang diadakan Selasa 17 Januari 2017 mulai pukul 16.00 – 18 Januari 2017 sampai pukul 11.00 dan dimeriahkan oleh banyak penampil, antara lain: Danny Eriawan Project, Djaduk Ferianto, Tricotado, Frau, the Everyday Band, Diwa Hutomo, Anggrian Hidha, Alit-Alit Jabang Bayi & Gundhi SOS (MC), Komunitas Jazz Etawa, Muchichoir, Blackstocking, Bonita and The Hus Band, dan Balawan.

Telah lebih dari 300 kali Jazz Mben Senen terjadi hingga usianya menginjak yang ke-7. “Sarapan Jazz” merupakan komposisi cita yang kami usung dalam memperingati hari jadi keluarga ini. Di umur Komunitas Jazz Mben Senen yang ketujuh inimenjadi refleksi betapa besarnya dukungan yang kanca-kanca berikan. Sehingga kali ini, berbeda dari event ulang tahun biasanya, Komunitas Jazz Mben Senen menambahkan durasi acara menjadi satu hari satu malam; agenda camping, talkshow, serta tidak lupa suguhan seni musik khas Jazz Mben Senen. Penambahan 3 unsur tadi dalam acara bertujuan untuk menciptakan wadah keakraban bagi siapapun yang terlibat di dalamnya.

Selain karena Musik Jazz dalam acara ini menjadi pengiring penonton ketika akan tertidur dan pada saat bangun, tagline “Turu Ngejazz tangi Ngejazz” adalah perumpamaan kehidupan manusia yang dinamis sehingga menuntut para pelakunya untuk selalu bisa beradaptasi menghasilkan sebuah harmoni selayaknya musik jazz.

Diawali pada tanggal 17 Januari 2017, sore hari penonton mulai berdatangan dan akan disambut oleh sunset yang indah. Pada malam harnyai, pertunjukan musik dan talkhsow akan semakin menghangatkan keakraban di Sarapan Jazz. Lalu keesokan harinya, tepat pada pukul 5.00 dini hari, acara akan dimulai hingga pukul 11.00. Sehingga Sarapan Jazz dapat dikatakan sebagai “Festival Jazz ter-pagi di Indonesia” sekaligus merupakan sebuah media penyampaikan karya berbagai musisi lokal dan nasional yang terlibat di dalamnya.

Acara ini berlokasi di Pantai Watu Kodok. Pantai watu kodok adalah pantai
yang masih melakukan berbagai pembangunannya secara mandiri,
berbeda dengan pantai-pantai lain yang sudah dibantu oleh investor.
Perjuangan mereka dimulai sejak adanya kaki tangan investor yang
menyepelekan kemampuan mereka. Karena mayoritas lulusan SD mereka di anggap tidak mampu untuk mengelola pantainya sendiri oleh kaki tangan investor tersebut. Hal ini otomatis membuat menimbulkan penolakan yang keras terhadap tawaran investor tersebut. Dan satu tahun keberhasilan mereka melawan investor melahirkan sebuah event bertajuk “Festival Kathok Abang”. Festival tersebut adalah metafor dari sebuah pemahaman yang mereka coba sampaikan dimana meskipun hanya lulusan SD yang bercelana merah mereka mampu mengelola pantainya dan memberi sumbangsih ke masyarakat sekitar serta pemerintahan setempat sekaligus siap secara swadaya berjuang membangun pantainya.

Selain lengkapnya sarana dan prasarana yang ada di Pantai tersebut,
perjuangan inilah yang menjadi alasan utama kami memilih Pantai Watu
Kodok. Besar harapan kami melalui adanya event “Sarapan Jazz”, pantai
tersebut menjadi lebih dikenal oleh masyarakat luas. Sehingga memberikan dampak dari segi ekonomi untuk penduduk lokal paska event.

Guna memfasilitasi para penonton agar dapat lebih praktis, aman, dan
nyaman dalam mengikuti jalannya acara, kami menawarkan 3 macam tiket yang terdiri dari paket Bus dan Konsumsi, Konsumsi dan Tenda, serta Bus, Konsumsi, dan Tenda. Keamanan perjalanan para penonton, kualitas dan tingkat kebersihan dari makanan yang ditawarkan, serta kenyamanan penonton untuk beristirahat di lokasi juga merupakan salah satu perhatian utama. Selain pengelolaan parkir, dan penyediaan makanan yang diserahkan penuh terhadap warga, penjualan tiket ini, sebagian juga akan didonasikan ke paguyuban warga Pantai Watu Kodok guna membantu perjuangan mereka membangun Pantai Watu Kodok. (el)

About Elyanto Hendra

Check Also

Kolaborasi Vina Panduwinata dengan Ikmal Tobing Hangatkan Gelaran Ijen Jazz 2017

Penampilan si Burung Camar, Vina Panduwinata di ruang auditorium Jiwa Jawa Resort Banyuwangi menutup gelaran …