Thursday , October 19 2017
Home / Festival / Festival Jajanan Pasar Nusantara 2016
let's share your delicacy with us

Festival Jajanan Pasar Nusantara 2016

fjpn2016
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia menggelar event kuliner Festival Jajanan Pasar Nusantara 2016 yang berlangsung di Taman Kuliner Condong Catur Sleman pada Kamis hingga Jumat 2-3 Juni 2016. Keanekaragaman jajanan nusantara ini diharapkan mampu menarik dan menjadi pemikat tersendiri bagi wisatawan. Apalagi Jogja merupakan salah satu kota destinasi utama wisata kuliner di Indonesia.

Berbagai macam sajian kuliner, mulai dari kaki lima hingga restoran bintang lima tersedia di DIY. Pelaksanaan Festival Jajanan Pasar Nusantara 2016 yang digelar di Taman Kuliner Sleman merupakan event yang akan memperkuat Jogja sebagai salah satu destinasi wisata kuliner. Kegiatan ini bertujuan mempromosikan salah satu pesona wisata kuliner yang menjadi daya tarik wisata. Selain itu, Festival Jajanan Nusantara juga ikut mendorong pemerintah daerah bersama stakeholder lainnya untuk membangun destinasi wisata kuliner Indonesia yang berdaya saing.

Event tersebut digelar untuk memperkenalkan kuliner unggulan daerah agar dapat menjadi ikon sekaligus memperkenalkan kuliner tradisional Indonesia sebagai salah satu upaya mempromosikan pariwisata. Terdapat puluhan stan dari berbagai kuliner daerah yang mengikuti festival tersebut. Selain berisi makanan siap jual, event tersebut juga menyediakan sarana edukasi bagi pengunjung. Salah satunya demo masak yang disajikan oleh chef-chef terkenal di wilayah DIY.

Sektor pariwisata merupakan industri yang paling murah untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Sektor pariwisata ini menyumbang 9,8% terhadap PDB dunia. Di tanah air sektor travel and tourism menyumbang 9,6 persen terhadap pembentukan domestik bruto (PDB) Indonesia. Pada tahun 2015 lalu, PDB sektor ini berkontribusi US$82,4 miliar.

Wisata kuliner merupakan salah satu keunggulan pariwisata Indonesia yang memiliki daya saing tinggi. Wisata kuliner merupakan bagian dari pengembangan potensi budaya (culture) sebesar 65% yang dikembangkan sebagai wisata warisan budaya dan sejarah (heritage and pilgrim tourism) 20%; wisata belanja dan kuliner (culinary and shopping tourism) 45%; dan wisata kota dan desa (city and village tourism) 35%. Potensi alam (nature) dikembangkan sebagai produk wisata bahari (marine tourism) 35%; wisata ekologi (eco tourism) 45%; dan wisata petualangan (adventure tourism) 20%; potensi buatan manusia (manmade) dikembangkan dalam wisata MICE MICE and event tourism) 25%; wisata olahraga (sport tourism) 60% dan obyek wisata yang terintegrasi (integrated area tourism) 15%. (agp)

About Redaksi Eventweb

Check Also

Tasikmalaya October Festival (ToF) Digelar 14-17 Oktober 2017

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Bupati Tasikmalaya H. Uu Ruzhanul Ulum me-lauching Taksikmalaya October …