Tuesday , August 22 2017
Home / Konser / Musik dan Alam Bersatu, Jazz Gunung Kaping Pitu! di Jazz Gunung, Java Banana Bromo, Probolinggo, Jawa Timur 12-13 Juni 2015

Musik dan Alam Bersatu, Jazz Gunung Kaping Pitu! di Jazz Gunung, Java Banana Bromo, Probolinggo, Jawa Timur 12-13 Juni 2015

Jazz Gunung 2015Menginjak usianya yang ke-tujuh, Jazz Gunung tetap konsisten dalam meningkatkan apresiasi terhadap musik jazz etnik Indonesia dengan menampilkan musisi-musisi yang memadukan musik etnik Indonesia dengan musik modern yang sejalan dengan tujuan dan semangat Jazz Gunung sejak kali pertama diselenggarakan. Tahun ini Jazz Gunung akan dihelat pada tanggal 12 dan 13 Juni bertempat di panggung terbuka Java Banana Bromo, Probolinggo, Jawa Timur.

Dalam perhelatan yang berlangsung selama dua hari, Jazz Gunung akan menampilkan Ring of  Fire pimpinan Djaduk Ferianto yang berkolaborasi dengan penyanyi keroncong Endah Laras dan gitaris Tohpati. Yuri Jo gitaris kelahiran Indonesia yang sekarang menetap di Australia tampil dengan grupnya Yuri Jo Collective, Jay & Gatra Wardaya dari Yogyakarta yang berkolaborasi dengan dua musisi Korea Selatan [SU:M]. Juga tampil Tulus penyanyi muda yang sedang naik daun,  Ina Ladies pimpinan musisi legendaris Indonesia Happy Pretty, Beben Jazz And Friends dari Komunitas Jazz Kemayoran. Selain mereka, akan tampil juga Malacca Ensemble yang memadukan musik Melayu dan musik modern, Nita Aartsen Quatro yang berkolaborasi dengan musisi Meksiko Ernesto Castillo dan Andien penyanyi yang sudah tak asing lagi di kalangan pecinta musik Indonesia.

Sebagai bentuk dari bakti dalam bidang seni dan budaya, BCA kembali mendukung Jazz Gunung di tahun ini seperti di tahun-tahun sebelumnya. Misi Jazz Gunung untuk meningkatkan perekonomian dan kepariwisataan Indonesia khususnya bagi masyarakat di daerah Bromo selaras dengan visi BCA sebagai bank pilihan utama andalan masyarakat.

Tidak banyak panggung musik yang menawarkan keindahan alam dan suasana hamonis antara manusia, alam dan musik seperti Jazz Gunung. Bayangkan menikmati musik di alam terbuka dengan udara sejuk yang segar sambil sesekali ditemani kabut tipis yang turun begitu rendah tepat di depan mata sampai kita bisa menyentuhnya. Kadang juga terdengar “orkes” dan “nyanyian” serangga dan satwa alam lainnya sayup-sayup di kejauhan. Seperti testimoni salah satu pengunjung Wawan Hermawan dari Bandung, “Jazz Gunung berhasil memadukan keindahan alam, musik jazz, serta para penikmatnya dalam harmoni yang menguar di pegunungan Bromo.”

Selain menikmati perhelatan Jazz Gunung, pengunjung di tahun ini dapat berkontribusi untuk ‘memberi kembali’ ke alam melalui kegiatan bersih gunung bersama Sahabat Bromo. Kegiatan bersih gunung yang rutin dilakukan oleh Sahabat Bromo bertujuan untuk mengenalkan konsep pariwisata ecotourism di Bromo agar kelestarian alam lingkungan tetap terjaga dan dampak positif sosial dan ekonomi terhadap masyarakat sekitar tetap berkelanjutan. Pengunjung yang berpartisipasi dalam kegiatan Sahabat Bromo mendapatkan tiket Festival untuk dua hari, tenda beserta kantung tidur dan matras, sarapan dan makan siang, fasilitas MCK, kendaraan “ulang-alik” dari tenda perkemahan ke panggung Jazz Gunung, akses masuk ke taman nasional Bromo Tengger Semeru dan alat pendukung kegiatan seperti masker, sarung tangan dan kantung sampah. Seluruh keuntungan dari paket ini akan didonasikan untuk Sahabat Bromo sebagai bentuk dukungan Jazz Gunung terhadap kegiatan ini.

Konsisten dengan salah satu tujuan Jazz Gunung untuk meningkatkan apresiasi terhadap kesenian dan kebudayaan tradisional, Jazz Gunung mempersembahkan pameran “Batik, Glorifying Life” karya Dudung Alie Syahbana yang bisa dinikmati selama Jazz Gunung berlangsung di Java Banana Art Gallery. Batik-batik karya Dudung Alie Syahbana tidak mengikuti pakem tradisi batik Pekalongan dengan warna-warna cerah dan berani dengan pola tidak simetris, tapi karya Dudung merupakan kombinasi warna-warna alami dan modifikasi dari pola batik tradisional Jawa Tengah.

Jazz Gunung pertama kali diadakan di tahun 2009 dengan Sigit Pramono, seorang bankir dan fotografer pecinta Bromo dan musik jazz, sebagai penggagasnya. Butet Kartaredjasa dan Djaduk Ferianto, dua orang seniman serba bisa, juga ikut menjadi pendukung setia Jazz Gunung sejak awal. Mereka bertiga mempunyai visi untuk meningkatkan apresiasi terhadap musik jazz etnik, memberi nilai tambah pada pariwisata di gunung Bromo dan menjadikan Jazz Gunung salah satu festival seni budaya andalan dalam program pariwisata Indonesia di mata dunia internasional.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan mengunjungi website jazzgunung.com, follow akun twitter @jazzgunung, fanpage www.facebook.com/JazzGunung dan instagram.com/jazzgunung.

About Redaksi Eventweb

Check Also

Para insan kreatif suguhkan penampilan spektakuler di Road To Soundrenaline 2017 Yogyakarta

Menyambut gelaran akbar Soundrenaline 2017, rangkaian Road To Soundrenaline hadir di 50 titik di berbagai …